Metode Pekerjaan Plesteran dan Acian dengan Mortar MU

Metode Pekerjaan Plesteran dan Acian dengan Mortar MU

partukang.com-bagi anda yang ingin melakukan pekerjaan plesteran dan acian dengan mengunakan Mortar MU, berikut metode pelaksanaan pekerjaan :
A. Bahan dan Peralatan 

Bahan 
  • Air 
  • Mortar MU-100 untuk plesteran 
  • Mortar MU-200 untuk acian 

Peralatan 
  • Meteran, benang lot, waterpass 
  • Jidar aluminium 
  • Roskam 
  • Sendok Semen 
Baca juga Cara Pemasangan Dinding Bata

B. Metode Pelaksanaan

  1. Pastikan semua titik instalasi sudah direncakan agar tidak mengulang pekerjaan. Dan beri tanda pada titik instalasi ,serta benanmkan kabel pada pvc agar terhindar dari air yang meresap saat dilakukan penyiraman. 
  2. Lakukan penyiraman terhadap permukaan dinding yang akan di plester. 
  3. Pembuatan mortal plesteran dengan pencampuran adukan kering mortar MU-100 dengan air hingga homogen dan rata menggunakan adukan mekanis (molen) atau manual dalam wadah adukan. 
  4. Membuat acuan plesteran (point) dengan ketebalan yang ditentukan pada sisi tembok yang akan diplester dengan jarak antara 1.5 meter vertical. 
  5. Memplester atau menghubungkan antara acuan plesteran dengan mortar lalu diratakan dengan jidar membentuk satu garis lurus vertical. 
  6. Setelah pekerjaan plesteran selesai lakukan penyiraman secukupnya agar tidak terjadi keretakan pada permukaan. 
  7. Siapkan peralatan acian dan mortar acian yaiutu mixing antara adukan kering MU-200 dengan air. 
  8. Sebelum mengaci usapkan air pada permukaan plesteran agar permukaan plesteran dapat menyerap air semen dengan baik. 
  9. Lalu laburkan mortar acian di permukaan plesteran usapkan dengan rata dengan peralatan. 
  10. Haluskan permukaan acian yang sudah kering dengan mengamplas menggunakan kertas semen hingga rata dan halus. 
baca juga Cara Pemasangan Bata Ringan
Read More
Cara Pemasangan Batu Alam

Cara Pemasangan Batu Alam

1. Persiapkan alat dan bahan yang akan digunakan yaitu paku beton, benang, adukan semen. benang digunakan untuk sebagai acuan agar pemasangannya bisa rapi, siku dan rata. Selain itu untuk finishing siapkan pelapis/coating untuk melapisi permukaan batu alam agar tidak mudah berlumut.

2. Pastikan batu alam berbentuk siku. Apabila tidak siku maka bisa dibuat siku sendiri dengan alat pemotong keramik.

Read More
6 Tahap Cara memasang Lantai Kayu Sendiri

6 Tahap Cara memasang Lantai Kayu Sendiri






Bagi anda yang ingin memasang Lantai Kayu sendiri, silahkan simak dan ikuti cara pemasangan lantai kayu dibawah ini :

Seperti saya bilang 6 tahap ini tidak bisa menjadi acuan karena setiap tukang lantai kayu memiliki gaya mereka sendiri – sendiri jadi jika anda mau menggunakan cara ini bisa namun jika anda punya versi sendiri tentu itu hak anda

Read More
Cara Memiliki Warna Cat yang cocok

Cara Memiliki Warna Cat yang cocok

warna-warna cat dulux
1. Apakah Anda memiliki sumber inspirasi?

Lihatlah majalah dan gunakan berbagai artikel online, seperti blog dan Pinterest untuk mengumpulkan gambar yang memicu imajinasi Anda. Anda juga dapat mengumpulkan kain, cat dan sampel wallpaper dari pemasok lokal Anda.


Bila Anda memiliki koleksi gambar yang mewakili gaya yang Anda sukai, susun gambar-gambar tersebut - kemungkinan besar Anda akan mulai melihat pola jenis warna dan nuansa yang menarik perhatian Anda. Anda bahkan mungkin ingin menggunakan gambar ini untuk membuat papan mood.



2. Furnitur apa yang akan berada di dalam ruangan?



Apakah Anda akan menggunakan karpet, tirai, bantal atau furnitur yang sudah ada? Jika perabotan ini berwarna netral kemungkinan besar tidak akan memengaruhi warna cat yang akan Anda gunakan di ruangan Anda.



Jika Anda menggunakan furnitur atau perabotan yang berwarna berani atau terang, Anda dapat menggunakannya sebagai titik awal ketika memilih palet warna Anda.

3. Apa kegunaan ruangan tersebut?

Mendefinisikan fungsi ruangan akan membantu Anda menentukan jenis mood yang ingin Anda ciptakan.

Apakah Anda mendekorasi kamar tidur yang hanya akan digunakan untuk beristirahat saja atau Anda juga akan bekerja atau belajar di kamar ini? Apakah dapur Anda hanya digunakan untuk memasak, atau apakah Anda juga menjamu tamu di ruangan yang sama?

Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini pada diri sendiri di awal proses dekorasi, Anda dapat mempersempit jenis ruangan - dan jenis mood - yang ingin Anda ciptakan.

4. Pada jam berapa ruangan ini paling banyak digunakan?

Apakah ruangan Anda ini akan banyak digunakan di pagi hari, sore hari, malam hari atau sepanjang hari?

Jumlah cahaya natural yang masuk akan memengaruhi tampilan warna yang terlihat di ruangan Anda. Jika dinding menerima sinar matahari langsung di siang hari, Anda mungkin ingin menggunakan warna yang lebih kuat dari warna yang Anda pilih untuk mencegah tampilan yang usang akibat cahaya yang terang.

5. Ke arah mana ruangan tersebut menghadap?

Jika ruangan Anda menghadap utara, Anda mungkin hanya akan menerima sedikit cahaya natural. Untuk menyeimbangkan lemahnya cahaya di ruangan ini, sebaiknya Anda memilih warna-warna yang hangat dan pucat untuk dinding, seperti biru telur bebek, kuning primrose atau baby pink.

Sebaliknya, ruangan yang menghadap ke selatan umumnya menerima banyak cahaya alami - sebagian bahkan memerlukan warna-warna yang dingin untuk membantu menyeimbangkan cahaya yang menyilaukan.

6. Apa sumber cahaya di ruangan Anda?

Sama seperti cahaya alami, jenis cahaya buatan yang Anda gunakan di ruangan Anda akan sangat memengaruhi tampilan dan kesan dari warna-warna Anda.

Misalnya, lampu halogen memancarkan cahaya putih yang terang, yang cenderung menunjukkan tampilan asli dari suatu warna. Bohlam lampu biasa memancarkan cahaya berwarna kuning, bohlam ini cenderung memantulkan warnanya yang kuning, sedangkan lampu neon memancarkan cahaya yang lebih dingin, dan seringkali menghilangkan semangat yang dipancarkan oleh warna.




Read More
Cara Pemasangan Lantai Keramik

Cara Pemasangan Lantai Keramik

http://3.bp.blogspot.com/-QzG8YK0i65o/TtuIKJZZRfI/AAAAAAAABRg/mxV3AqmQVtc/s320/Pasang%2BKeramikA1.jpgPEMASANGAN KERAMIK LANTAI


1. Pemasangan keramik lantai dan dinging sebaiknya dilakukan pada tahap akhir sebuah proyek. Tujuannya adalah untuk mengurangi resiko kerusakan akibat pekerjaan lain yang belum selesai yang dapat membuat baret atau pecah keramik yang sudah terpasang.


2. Permukaan lantai/dinding yang akan dipasang keramik juga harus dalam keadaan bersih, cukup kering dan rata air.


3. Tentukan tulangan dengan mempertimbangkan tata letak ruangan/tangga/dinding yang ada. Pemasangan keramik lantai atau dinding dimulai dari tulangan ini.


4. Rendam keramik lantai atau keramik dinding dalam air terlebih dahulu.


5. Setiap jalur pemasangan sebaiknya menggunakan panduan dari benang dan rata air.


http://3.bp.blogspot.com/-gNTFTR0HBSI/TtuIKEB98qI/AAAAAAAABRo/3QA6XMecmmU/s320/Pasang%2BKeramikA.jpg
6. Adukan semen untuk pemasangan keramik harus penuh, baik dasar maupun dibadan belakang keramik lantai atau dinding yang akan dipasang. Perbandingan adukan dan tebal adukan yang disarankan adalah:
- Keramik lantai, Semen : Pasir = 1 : 6, dengan ketebalan rata-rata = 2 s/d 4 cm
- Keramik dinding, Semen : Pasir = 1 : 4. dengan ketebalan rata-rata = 2 cm


http://4.bp.blogspot.com/-pybN-8M2QnU/TtuIJ5hzcMI/AAAAAAAABRY/bYHb-TnpaJg/s320/Pasang%2BKeramikA2.jpg
7. Lebar nat juga berbeda antara keramik lantai dan keramik dinding.
- Keramik lantai, lebar nat = 4 s/d 5 mm
- Keramik dinding, lebar nat = 2 mm


http://1.bp.blogspot.com/-mUn9xId9RgE/TtuIKepCJqI/AAAAAAAABR8/bzKOmr3hE58/s320/Pasang%2BKeramik2.jpg
8. Nat diisi dengan campuran pengisi nat (grout) semen atau bahan khusus yang ada dibanyak toko bangunan. Untuk area yang luas dianjurkan untuk diberi expansion joint.


8. Khusus untuk dinding luar, lebih baik diberi tali air setiap jarak tertentu disesuaikan dengan deesain pola lantai yang digunakan. Tujuannya agar keramik tidak menerima beban terlalu berat.


9. Bersihkan segera bekas adukan grout pengisi nat yang telah diaplikasikan dan menempel di permukaan keramik. Kita bisa menggunakan bahan pembersih dengan kadar asam tidak lebih dari 5%. Setelah itu bersihkan dengan air bersih.

Read More
Cara Mengecat Dinding

Cara Mengecat Dinding

http://1.bp.blogspot.com/_zwVYq8NdRIs/S_NAPqFlCWI/AAAAAAAABHo/LFWLMP8Yd30/s400/E813E9AC-CB8A-4072-AF9B-91C65C7C2421_5.jpgPERSIAPAN PERMUKAAN
Ada beberapa persiapan penting yang harus dilakukan sebelum mengecat, agar pekerjaan pengecatan menjadi berkualitas tinggi misalnya
  1. Bersihkan seluruh permukaan dinding dari kotoran dan pastikan kondisinya tidak lembab.
  2. Kerik seluruh bekas cat lama hingga merata, bila perlu, bersihkan dengan menggunakan ampelas.
  3. Masukkan sisa paku yang ada hingga tak nampak di permukaan dinding, lalu tutuplah dengan dempul hingga rata dan kering.
  4. Pastikan Anda memiliki cukup cat dengan warna yang sama, sehingga Anda tidak akan kekurangan cat dan terpaksa menggunakan cat dengan warna berbeda.
  5. Tutup lokasi yang ingin di cat dari anak-anak dan hewan peliharaan. Tutup pula sekitar dinding dengan plastik dan pindahkan barang-barang dari tempat yang akan di cat.
  6. Sebelum mengecat, ada baiknya ruangan dibersihkan dari debu.
  7. Usahakan tempat yang akan di cat memiliki ventilasi udara yang cukup, tapi bila terpaksa, gunakan masker untuk menutupi hidung dan mulut agar tidak menghirup zat kimia dari cat yang menguap.
  8. Gunakan dempul tembok (plamir) untuk menutup celah dan retakan di dinding, lalu ratakan sampai halus dengan menggunakan amplas.
  9. Tutupi lantai dengan plastik atau kertas koran agar lantai tidak kotor terkena percikan cat pada saat mengecat




PERMUKAAN TEMBOK BARU
Yang dimaksud dengan permukaan tembok baru adalah permukaan tembok yang masih belum pernah dilapisi cat/ plamir dan baru selesai dibangun. Pada permukaan tembok jenis ini perlu diperhatikan tingkat kekeringan baik dari air (H2O) maupun dari kapur (CaO) dan semen, apakah sudah bereaksi sempurna membentuk garam netral (CaCO3) proses ini biasanya memerlukan waktu sekitar 28 hari.

Keadaan tersebut dapat dikontrol dengan mengukur PH permukaan dinding dengan kertas lakmus; persyaratan tembok yang siap dicat PH nya sekitar 8 ~ 9. Untuk menetralisir alkali tembok yang berlebihan biasanya digunakan wall sealler sebagai cat dasar. Kelembaban permukaan tembok juga perlu diperhatikan, kelembaban yang memenuhi syarat siap dicat adalah 18%.

PERMUKAAN TEMBOK LAMA
Periksa terlebih dahulu apakah ada sisa cat/ plamir lama yang terkelupas atau menggelembung, adakah retak rambut pada permukaannya ? Bersihkan permukaan dari sisa-sisa cat yang mengelupas/ menggelembung atau rusak dan juga dari lumut dan jamur, periksa kualitas cat dasar atau plamir apakah masih melekat kuat pada permukaan tembok ? Bila kualitas plamir juga kurang memenuhi syarat maka harus di scrap atau di amplas.

PLAMIR TEMBOK
Sebenarnya fungsi plamir tembok hanya sebagai media/ lapisan untuk membantu membuat permukaan dinding tampak lebih rata dan lebih halus itu saja, tidak ada kegunaan lainnya, untuk bidang eksterior sebaiknya kita tidak menggunakan plamir apalagi produk yang kurang jelas spesifikasinya, karena plamir ini malah akan menjadi penyebab terjadinya gelembung pada lapisan cat. Plamir tembok diperlukan untuk menutup retak rambut, atau memperhalus permukaan tembok yang kurang rata. Setelah permukaan diplamir haluskan dengan kertas gosok.

http://2.bp.blogspot.com/_zwVYq8NdRIs/S_NAfA5olkI/AAAAAAAABH4/8ZnkLOT5OV0/s400/paint_0.jpg


ANTARA KUAS dan ROLLER
Tampilan lapisan cat tidak hanya ditentukan oleh kualitas cat dan cara aplikasi yang tepat, pemakaian alat yang tepat dan berkualitas juga menjadi salah satu faktor yang menentukan. Berikut adalah beberapa tips memilih kuas dan roller yang berkualitas.

KUAS CAT
Gunakan kuas dengan lebar 3-5 inci untuk mengecat dinding atau permukaan yang luas. Kuas yang lebih kecil untuk mengecat mebel, kusen, atau bagian-bagian yang memerlukan ketelitian lebih tinggi. Jika Anda membeli kuas yang berkualitas, bersihkan dengan seksama setiap kali selesai digunakan agar dapat digunakan berulang kali. Atau Anda dapat membeli beberapa kuas yang murah, jika Anda cukup puas dengan hasilnya, dan membuangnya setelah selesai dipakai.

ROLLER.

Gunakan roller yang tipis (kurang dari ¼ inci) untuk cat yang mengkilap (gloss) atau agak mengkilap (semi gloss) di dinding yang rata, misalnya plester, lantai, dan dinding pada umumnya. Roller dengan ketebalan 3/8 inci hingga 1 inci digunakan untuk cat di dinding yang kurang rata, misalnya dinding interio, beton dan dinding bertekstur pasir.

http://2.bp.blogspot.com/_zwVYq8NdRIs/S_M_8-AZNPI/AAAAAAAABHY/6PNMaLC6AI8/s400/1182993148-26062_full.jpg

Read More
Cara Pemasangan Bata Ringan

Cara Pemasangan Bata Ringan

Cara Pemotongan Bata Ringan:

pemotongan-1
1. Buat garis dengan penggaris siku pada sisi yang sempit
pemotongan-1
2. Buat garis dengan penggaris siku pada sisi yang lebar
Read More
Cara Memasang Plafond Gypsum

Cara Memasang Plafond Gypsum

1. Tentukan Marking Elevasi Plafon dan buat garis sipatan serta titik-titik paku kait.
2. Pasang Paku Kait
http://3.bp.blogspot.com/_vZhpo3VYHmk/TEBjRovSYLI/AAAAAAAAAHM/hXpvoaPB5EM/s400/PLAFON1.jpg



3. Pasang Penggantung Rangka Plafon ( Hanger dan Clip Adjuster) dengan posisi tegak lurus.
4. Pasang Rangka Tepi Plafon ( Steel Hollow dan Wall Angle Profil) sebagai list tepi pada garis sipatan
http://2.bp.blogspot.com/_vZhpo3VYHmk/TEBjFN9HNyI/AAAAAAAAAHE/s4Fo3DY1E1s/s400/PLAFON2.jpg
5. Tentukan jarak penempatan Kait Penggantung.
6. Pasang tarikan benang sebagai pedoman penentu kelurusan dan ketinggian rangka plafon.
http://2.bp.blogspot.com/_vZhpo3VYHmk/TEBi1b6GEoI/AAAAAAAAAG8/R30knOXm8Wc/s400/PLAFON3.jpg
7. Pasang Rangka Utama (Top Cross Rail)
8. Pasang Rangka Pembagi ( Furing Channel) dengan menggunakan Locking Clip
http://4.bp.blogspot.com/_vZhpo3VYHmk/TEBiqmUjmxI/AAAAAAAAAG0/KVrhSJMVHxU/s400/PLAFON4.jpg
9. Pasang dan kencangkan Clip /Rod.
10. Pasang Panel Gypsum pada rangka plafon dengan Sekrup Ceiling menggunakan Screw Driver dan setiap sambungan harus tepat pada rangka.
http://3.bp.blogspot.com/_vZhpo3VYHmk/TEBib485kDI/AAAAAAAAAGs/FKs7DF6Nq0U/s400/PLAFON5.jpg

Read More
Cara pemasangan plafond kayu/ triplek

Cara pemasangan plafond kayu/ triplek


PEMASANGAN PLAFOND RANGKA KAYU PENUTUP TRIPLEK/ MULTIPLEK
  1. Lakukan pengukuran ketinggian/ elevasi plafond
  2. Pasang rangka penggantung
  3. Lakukan tes beban penggantung
  4. Marking batas atas
  5. Pasang rangka plafond
  6. Pasang penutup plafond
  7. Periksa kerataan plafond

http://www.ilmusipil.com/wp-content/uploads/2010/01/plafond-51.jpghttp://www.ilmusipil.com/wp-content/uploads/2010/01/plafond-61.jpghttp://www.ilmusipil.com/wp-content/uploads/2010/01/plafond-11.jpghttp://www.ilmusipil.com/wp-content/uploads/2010/01/plafond-41.jpghttp://www.ilmusipil.com/wp-content/uploads/2010/01/plafond-31.jpghttp://www.ilmusipil.com/wp-content/uploads/2010/01/plafond-21.jpg
Read More
Cara Pemasangan Plafon Gypsum

Cara Pemasangan Plafon Gypsum

1. Tentukan Marking Elevasi Plafon dan buat garis sipatan serta titik-titik paku kait.


2. Pasang Paku Kait

http://3.bp.blogspot.com/_vZhpo3VYHmk/TEBjRovSYLI/AAAAAAAAAHM/hXpvoaPB5EM/s400/PLAFON1.jpg


3. Pasang Penggantung Rangka Plafon ( Hanger dan Clip Adjuster) dengan posisi tegak lurus.


Read More
Cara memasang keramik dinding

Cara memasang keramik dinding

Cara memasang keramik dinding

Rendam keramik yang akan dipasang kurang lebih 15-30 menit sebelum digunakan.






Kondisi keramik sesudah direndam


Hal ini membuat bagian bawah keramik yang masih berpori dapat menyerap air, sehingga sewaktu diberi adukan semen bisa menempel atau menyatu.


(Bila tidak diberi air maka air dalam adukan semen akan terserap oleh keramik. Dan adukan semen akan menyusut sehingga menyisakan ruang kosong serta membuat keramik tidak menempel dengan baik. Setelah sekian waktu kemungkinan keramik bisa terlepas dari tempatnya.)


Tempelkan adukan semen dan pasir pada dinding yang akan dipasang keramik.


Menempelkan adukan semen pada dinding




Adukan semen yang Kental


Lalu biarkan sebentar, supaya agak mengering. Usahakan agar adukan semen dan pasirnya jangan terlalu encer agar dapat menempel dengan baik pada dinding.

Ketika hendak diletakkan pada dinding, beri kembali sedikit air pada bagian belakangnya.




Basahi kembali bagian belakang keramik


Kenapa diberi air kembali? Untuk memastikan bahwa keramik tetap dalam kondisi basah ketika diberi lapisan semen.

Berikan adukan semen pada bagian belakang keramik.



Lapisan semen pada keramik



Ratakan sampai ujung keramik


Ratakan lapisan semen tersebut. Untuk bagian pinggir keramik jangan diberi semen terlalu tebal, karena ketika keramik ditekan/dipukul untuk meratakan permukaannya, lapisan semen yang di tengah akan lari ke arah pinggir dan mengisi ruang kosong tersebut.


(Bila pada pinggiran keramik diberi terlalu banyak semen, nantinya keramik akan sulit untuk ditekan/diratakan. Juga akan mengotori permukaan keramik karena semen akan keluar/muncrat kemana-mana dan pada akhirnya jadi pemborosan bahan.)


Letakkan keramik pada posisinya lalu tekan/pukul dengan palu karet agar permukaannya sejajar dengan tali atau keramik disebelahnya.




Ratakan permukaan keramik dengan palu karet




Paku penahan agar keramik tidak turun posisinya


Untuk keramik dinding, pemasangan dimulai dari bagian paling atas ke bagian paling bawah. Untuk menahan agar posisi keramik tidak melorot ke bawah, gunakan paku sebagai pengganjal.


Setelah itu berikan spacer atau patokan besar nat keramik.


Spacer untuk nat keramik


Bisa menggunakan berbagai macam benda yang kira-kira sesuai tebalnya serta sama ukurannya satu dan lainnya.


Lalu tekan/pukul dengan palu karet sehingga keramik menjepit spacer tersebut.



Merapatkan nat keramik bagian atas

Ini dimaksudkan agar besarnya nat keramik sama semua (seragam).


Cek kembali apakah permukaannya sudah rata dengan bagian atas, bawah atau sampingnya.



Cek ujung keramik

Karena dalam proses produksinya, kemungkinan terdapat beberapa buah keramik yang kondisinya melengkung, sehingga bagian pojok atas kiri atau kanan sudah rata tetapi bagian bawah kiri atau kanannya bisa jadi menonjol keluar atau malah masuk ke dalam.


Isi bagian samping dan bawah keramik agar tidak ada sisa ruang kosong.


Isi samping keramik

Agar keramik tidak kosong bagian dalamnya, sehingga kurang kuat bila mengahadapi tekanan nantinya. Siapa tahu di bagian tersebut akan dipasang tempat handuk yang perlu di bor. Bila bagian tersebut kosong maka keramik akan mudah pecah.

Jangan lupa dilap permukaan keramiknya.



Bersihkan permukaan keramik


Pada waktu pemasangan biasanya permukaan keramik akan terkena adukan semen. Memang keramik memiliki lapisan glaze yang membuat kotoran dan semen tidak mudah menempel, tetapi alangkah baiknya jika keramik Anda yang baru ini dibersihkan supaya terlihat bersih dan mengkilap.

Biarkan untuk beberapa waktu,agar adukan semen mengering dan keramik diam pada tempatnya ketika paku tahanan dicabut.

Read More
Cara Pemasangan Dinding Bata

Cara Pemasangan Dinding Bata

Cara Pemasangan Dinding Bata


partukang.com-Pemasangan bata sebagai dinding rumah merupakan pekerjaan yang perlu mendapatkan perhatian terutama pada pekerjaan pasangan bata yang ditujukan untuk pembuatan dinding. Dalam pemasangannya , disamping kerapian pekerjaan harus diperhatikan dari segi kekuatan , kelurusan pasangan, ketegakan dan pengaruh kesikuan terhadap ruangan dan yang perlu diperhatikan juga adalah keamanan sewaktu pemasangan dan juga keefesienan pemakaian material. Untuk mendapatkan hasil maksimal terhadap hal tersebut beberapa faktor yang harus diperhatikan saat pelaksanaan pekerjaan pasangan bata adalah sebagai berikut :
 A. Kwalitas Material
  1. Pastikan bata yang dipakai adalah bermutu baik, secara visual anda dapat lihat bata yang bagus adalah berwarna coklat tua dan bata tidak cepat rapuh. Pastikan permukaan tidak terlalu rapat karena akan menyulitkan penyerapan permukaan bata terhadap mortar sehingga ikatan akan kurang baik.
  2. Batu bata kadang ditemukan dalam berbagai ukuran dan lebar yang tidak sama, baik panjang, lebar dan ketebalan. Ukura batu bata yang anda miliki harus diperhatikan, jika anda mendapatkan bata dari supplier yang berbeda dengan ukuran bata yang berbeda, lakukan pemisahan pemasangan supaya pasangan bata kelihatan rapi .
    baca juga : Metode Pekerjaan Plesteran dan Acian dengan Mortar MU
  3. Sebelum dipasang lakukan pengecekan kekedapan air pada bata.  Jika bata terlalu kering lakukan perendaman bata sekitar 5-10 menit hingga tercapai jenuh permukaan kering pada bata, hal ini dilakukan supaya tingkat penyerapan bata terhadap air  campuran adukan/ mortar tidak terlalu cepat,  karena pengeringan yang terlalu cepat mengakibatkan kekuatan ikatan tidak baik. Jika bata dalam keadaan basah jangan terlalu dipaksakan untuk dipasang, tunggu permukaan bata agak kering. Permukaan yang terlalu basah mengakibatkan bata akan jenuh menyerap adukan mortar sehingga akan memungkinkan adukan akan meleleh dan air semen akan terbuang dari pasangan. Dan jika bata terlalu kering maka akan menimbulkan penyerapan yang terlalu cepat, yang akan menimbulakn pengikatan tidak terlalu bagus.
  4. Lakukan penumpukan material  batu bata dekat  area dinding yang dipasangkan. Penumpukan material tidak boleh terlalu jauh dan tidak terlalu dekat sehingga menyulitkan pemasangan. Batu bata ditumpuk harus beraturan, supaya memudahkan pengambilan oleh tukang pasang.  Untuk pemotongan, harus disediakan satu orang khusus yang melakukan pemotongan
  5. Pastikan adukan mortar menggunakan pasir yang baik dengan gradasi yang bagus.  Pasir juga dianjurkan tidak banyak mengadung butiran batu dan juga tidak banyak mengandung lumpur. Pastikanpengadukan dilakukan dengan perbandingan campuran dengan seimbang sesuai dengan yang diisyartakan. Biasanya campuran 1:3, 1:4 dan 1:5.  
  6. Pembuatan adukan harus diperhatikan secar benar, jangan membuat aduakn dalam volume yang terlalu banyak, maksudnya harus diseimbangkan antara volume adukan dengan volume  pemasangan . Jika volume adukan terlalu banyak, dikhawatirkan adukan/ mortar sempat mengering.


B. Kelengkapan Peralatan
  1. Pastikan anda mempunya semua perlatan yang dibutuhkan . Perlengakapan dari mulai pengadukan, alat pasang, alat potong dan juga alat penghantar material harus tersedia dengan jumlah yang cukup dan kondisi yang baik.
  2. Pastikan selalu tersedia benang tukang, paku dan waterpass, yang diperlukan untuk pembuatan garis pandu dan pengecekan  kelurusan dan ketegakan pasangan bata.
  3. Untuk posisi pemasangan dinding bata pada posisi yang sudah tinggi, harus disediakan scafolding ataupun perancah kayu dipasang dalam kondisi kuat dan posisi yang tidak terlalu jauh dengan dinding yang dipasang. Hindari pemasangan perancah yang bersingggungan langsung dengan dinding yang baru dipasang karena dikhawatirkan bisa membuat pasangan akan roboh / jatuh.
baca juga Cara Pemasangan Bata Ringan
C.  Pelaksanaan Pemasangan
  1. Chek posisi penempatan dinding yang akan dikerjakan dan chek kondisi pondasi penempatan dinding apakah sudah kondisi baik.
  2. Kondisi pondasi/ sloof  harus bersih dan mempunyai alur pengikatan antara sloof ke pasangan bata.  Jika terdapat kotoran atau lumpur pada sloof harus dibersihkan  supaya pengikatan dinding dengan sloof terikat dengan baik. Demikian juga halnya pada kolom harus dipastikan tersedia angkur untuk pengikatan ke dinding (biasanya angkur menggunakan besi 10 mm yang ditanamkan ke kolom sewaktu pengecoran dan muncul dengan panjang antara 15 – 20 cm).
  3. Jika kondisi sloof dan kolom sudah baik, kemudian lakukan pembuatan garis benang pada bagian dinding yang akan dipasangkan. Untuk garis lurus secara horizontal dilakukan pembuatan benang pada salah satu sisi bagian pinggir bata yang akan dipasang, dilakukan dengan penarikan benang dari ujung ke ujung  dinding. Untuk ketegakan dibuat  garis tegak lurus secara vertical terhadap benang horizontal yang sudah dibuat, pembuatan garis vertical dapat dibuat pada kolom yang ada ataupun pembuatan mal bantu dikedua ujung dinding yang akan dipasangkan . 
  4. Jika benang horizontal  pada pemasangan awal sudah terpasang. kemudain mulai memasang bata pada kedua ujung bagian dinding yang akan dipasangkan , kemudian dilanjutkan  mulai satu demi satu hingga tercapai sambungan dari ujung keujung. Lakukan pengecekan  leveling  diatas  batu bata yang sudah terpasang  dan pastikan  semua pasangan bata semuanya dalam keadan rata. Jika sudah rata maka ini adalah menjadi panduan untuk memasang ketingakt berikutnya. Harus dipasikan ketebal mortar harus tetap sama dan demikian juga pengisian mortar  antar bata harus sama.
  5. Jika saat pemasangan terdapat perbedaan ketinggian bata, maka untuk mendapatkan kerataan dapat dilakukan dengan memukul ujung bata dengan pelan sampai bata tetap rata, pemukulan dapat dilakukan dengan kondisi adukan masih dalam keadaan basah. Jika adukan/ mortar sudah kering  maka mortar harus diambil dan diganti dengan adukan/mortar baru.
  6. Jika bata sudah dipasangkan dalam beberapa rangkaian, kadang adukan/mortar ada yang berlebih atau sampai melelh hingga keluar dari sisi pinggir pasangan, jika itu terjadi adukan berlebih harus segera di ratakan dengan menggunakan sendok semen supaya permukaan tetap rata , jangan biarkan sempat mengering karena hal ini sangat mempengarui kerapian dan kerataan dinding saat pelaksanaan plesteran.
  7. Setelah mendapatkan  beberapa tingkatan  pasangan bata yang sudah dipasangkan yang telah terhubung dari ujung keujung bagian didnding ayng dipasangkan, anda kemudian harus menarik garis horizontal dari ujung keujung pada garis vertical yang dibuat untuk mendapatkan ketegakan dinding.  Pemasangan benang horizontal dapat dilakuakn setiap 50 cm .  Pastikan anda tetap memasangkan dalam 1 garis lurus sesuai denga benang yang dipasangkan sehingga  didapatkan ketegakan dinding yang baik dan kondisi pasangan tetap rapi sampai posisi atas.
D. Pemeliharaan
  1. Jika pemasangan dinding sudah selesai sampai level yang diinginkan,  pasangan harus dipelihara dari benturan atau pembebanan sampai kondisi ikatan sudah benar benar kering.
  2. Jika ada bekas adukan/ mortar dibawah pasangan yang menumpuk harus segera dibersihkan, jangan sampai mengering karena bisa menajdi pekerjaan tambahan saat pelaksanaan pemasangan lantai.
  3. Jika pemasangan baru selesai dilakukan, anda perlu juga membuat pengaman atau tanda supaya pasangan tersebut tidak disentuh atau di bentur oleh orang yang lewat.

Read More
Cara Mengecat Dinding

Cara Mengecat Dinding

PERSIAPAN PERMUKAAN
Ada beberapa persiapan penting yang harus dilakukan sebelum mengecat, agar pekerjaan pengecatan menjadi berkualitas tinggi misalnya
  1. Bersihkan seluruh permukaan dinding dari kotoran dan pastikan kondisinya tidak lembab.
  2. Kerik seluruh bekas cat lama hingga merata, bila perlu, bersihkan dengan menggunakan ampelas.
  3. Masukkan sisa paku yang ada hingga tak nampak di permukaan dinding, lalu tutuplah dengan dempul hingga rata dan kering.
  4. Pastikan Anda memiliki cukup cat dengan warna yang sama, sehingga Anda tidak akan kekurangan cat dan terpaksa menggunakan cat dengan warna berbeda.
  5. Tutup lokasi yang ingin di cat dari anak-anak dan hewan peliharaan. Tutup pula sekitar dinding dengan plastik dan pindahkan barang-barang dari tempat yang akan di cat.
  6. Sebelum mengecat, ada baiknya ruangan dibersihkan dari debu.
  7. Usahakan tempat yang akan di cat memiliki ventilasi udara yang cukup, tapi bila terpaksa, gunakan masker untuk menutupi hidung dan mulut agar tidak menghirup zat kimia dari cat yang menguap.
  8. Gunakan dempul tembok (plamir) untuk menutup celah dan retakan di dinding, lalu ratakan sampai halus dengan menggunakan amplas.
  9. Tutupi lantai dengan plastik atau kertas koran agar lantai tidak kotor terkena percikan cat pada saat mengecat


http://1.bp.blogspot.com/_zwVYq8NdRIs/S_NAPqFlCWI/AAAAAAAABHo/LFWLMP8Yd30/s400/E813E9AC-CB8A-4072-AF9B-91C65C7C2421_5.jpg



PERMUKAAN TEMBOK BARU
Yang dimaksud dengan permukaan tembok baru adalah permukaan tembok yang masih belum pernah dilapisi cat/ plamir dan baru selesai dibangun. Pada permukaan tembok jenis ini perlu diperhatikan tingkat kekeringan baik dari air (H2O) maupun dari kapur (CaO) dan semen, apakah sudah bereaksi sempurna membentuk garam netral (CaCO3) proses ini biasanya memerlukan waktu sekitar 28 hari.

Keadaan tersebut dapat dikontrol dengan mengukur PH permukaan dinding dengan kertas lakmus; persyaratan tembok yang siap dicat PH nya sekitar 8 ~ 9. Untuk menetralisir alkali tembok yang berlebihan biasanya digunakan wall sealler sebagai cat dasar. Kelembaban permukaan tembok juga perlu diperhatikan, kelembaban yang memenuhi syarat siap dicat adalah 18%.

PERMUKAAN TEMBOK LAMA
Periksa terlebih dahulu apakah ada sisa cat/ plamir lama yang terkelupas atau menggelembung, adakah retak rambut pada permukaannya ? Bersihkan permukaan dari sisa-sisa cat yang mengelupas/ menggelembung atau rusak dan juga dari lumut dan jamur, periksa kualitas cat dasar atau plamir apakah masih melekat kuat pada permukaan tembok ? Bila kualitas plamir juga kurang memenuhi syarat maka harus di scrap atau di amplas.

PLAMIR TEMBOK
Sebenarnya fungsi plamir tembok hanya sebagai media/ lapisan untuk membantu membuat permukaan dinding tampak lebih rata dan lebih halus itu saja, tidak ada kegunaan lainnya, untuk bidang eksterior sebaiknya kita tidak menggunakan plamir apalagi produk yang kurang jelas spesifikasinya, karena plamir ini malah akan menjadi penyebab terjadinya gelembung pada lapisan cat. Plamir tembok diperlukan untuk menutup retak rambut, atau memperhalus permukaan tembok yang kurang rata. Setelah permukaan diplamir haluskan dengan kertas gosok.

http://2.bp.blogspot.com/_zwVYq8NdRIs/S_NAfA5olkI/AAAAAAAABH4/8ZnkLOT5OV0/s400/paint_0.jpg


ANTARA KUAS dan ROLLER
Tampilan lapisan cat tidak hanya ditentukan oleh kualitas cat dan cara aplikasi yang tepat, pemakaian alat yang tepat dan berkualitas juga menjadi salah satu faktor yang menentukan. Berikut adalah beberapa tips memilih kuas dan roller yang berkualitas.

KUAS CAT
Gunakan kuas dengan lebar 3-5 inci untuk mengecat dinding atau permukaan yang luas. Kuas yang lebih kecil untuk mengecat mebel, kusen, atau bagian-bagian yang memerlukan ketelitian lebih tinggi. Jika Anda membeli kuas yang berkualitas, bersihkan dengan seksama setiap kali selesai digunakan agar dapat digunakan berulang kali. Atau Anda dapat membeli beberapa kuas yang murah, jika Anda cukup puas dengan hasilnya, dan membuangnya setelah selesai dipakai.

ROLLER.

Gunakan roller yang tipis (kurang dari ¼ inci) untuk cat yang mengkilap (gloss) atau agak mengkilap (semi gloss) di dinding yang rata, misalnya plester, lantai, dan dinding pada umumnya. Roller dengan ketebalan 3/8 inci hingga 1 inci digunakan untuk cat di dinding yang kurang rata, misalnya dinding interio, beton dan dinding bertekstur pasir.

http://2.bp.blogspot.com/_zwVYq8NdRIs/S_M_8-AZNPI/AAAAAAAABHY/6PNMaLC6AI8/s400/1182993148-26062_full.jpg

Read More