Cara Membuat Lemari Pakaian Dari Bahan Multipleks

Cara Membuat Lemari Pakaian Dari Bahan Multipleks

Cara Membuat Lemari Pakaian Dari Bahan Multipleks



Lemari adalah salah satu kebutuhan didalam rumah yang sangat dibutuhkan untuk meletakkan pakaian atau barang lainnya. Setiap ibu rumah tangga pasti membutuhkan lemari. Apakah Anda pernah berpikir untuk membuat sendiri lemari pakaian Anda? Dengan mengetahui cara membuat sendiri lemari tersebut maka Anda sudah bisa menghemat jutaan rupiah yang akan Anda gunakan untuk membeli lemari. Memiliki lemari yang bagus bisa membuat perubahan yang besar dalam rumah Anda, tapi lemari yang bagus harganya juga mahal bahkan jutaan rupiah per meter persegi. Nah kali ini Dapur Teknik akan membagikan cara membuat lemari pakaian dari bahan multripleks untuk Anda. Yuk simak artikel berikut.




Cara Membuat Lemari Pakaian Dari Bahan Multipleks

Persiapan Alat dan Bahan

Material:
  • Multipleks 18mm 3 lembar
  • Tripleks 6 mm 1 lembar
  • HPL atau Decosit atau Melamin atau Sungkai ( tergantung rencana Finishingnya)
  • Lem Putih
  • Lem Kuning (bond)
  • Skrup 5/8inch dan 3cm
  • Engsel sendok atau engsel kupu-kupu
  • Rel laci

Cara Membuat Lemari Pakaian Dari Bahan Multipleks
Alat-alat:
  • Gergaji tangan atau serkel
  • Obeng Plus atau Bor listrik
  • Martil
  • Siku besi
  • Pinsil Kayu
  • Meteran



Cara Membuat Lemari Pakaian Dari Bahan Multipleks

Langkah Langkah Membuat Lemari

  • Siapkan multripleks untuk membuah komponen lemari bagian samping yaitu 60 cm x 200 cm dengan jumlah 3 buah untuk lemari pakaian 2 pintu. Untuk samping kiri dan kanan 1 untuk bagian tengah. Perlu di perhatikan untuk bagian tengah ukurannya panjangnya di kurangi 15 cm, untuk dudukan bawah lemari. 
  • Kemudian kita membuat lagi komponen untuk bagian atas dan bawah yaitu dengan ukuran 120 cm x 60 cm dengan jumlah 2 buah, satu untuk bagian bawah, satu lagi untuk bagian atas.untuk bagian bawah anda bisa mengurangi panjangnya kurang lebih 4 cm

  • Dan jangan lupa buat juga komponen untuk rak lemari sesui dengan keinginan.
  • Setelah itu anda bisa merakitnya terlebih dahulu dengan menggunakan lem dan di sekrup dengan mengunakan mesin bor agar lebih mudah dan cepat.
  • Setelah itu tutup bagian belakang lemari dengan menggunakan triplek 4 mm di lem dan di paku. 
  • Bila semuanya sudah di rakit lalu kita membuat komponen untuk bagian pintu, ukur sesui ukurannya lalu pasang pintu tersebut. Anda bisa menambahkan sedikit ornamen pada pintu lemari dengan sebuah cermin. Pasang juga komponen lainnya seperti pegangan pintu dan kunci.
Sumber: http://dapurteknik.com
Read More
Cara mengenal besi beton dari warnanya

Cara mengenal besi beton dari warnanya

Mungkin kita sudah sering membeli besi, baik besi tulangan polos maupun besi tulangan ulir ataupun besi jenis lainnya. Tapi mungkin kita tidak pernah sadar bahwa pada tiap ujung besi yang akan kita beli tersebut selalu diberi warna, namun apa sesungguhnya arti atau makna dari warna tersebut, apakah warna tersebut hanya sekedar warna yang dibuat oleh pabrik, ternyata warna tersebut memiliki, inilah cara mengenal besi tulangan dari warnanya :

Tanda untuk kelas baja tulangan beton.
  • Kelas baja BjTP 24 dengan warna hitam, 
  • Kelas baja BjTP 24 dengan warna hitam, 
  • Kelas baja BjTP 24 dengan warna Hitam, 
  • Kelas baja BjTP 30 & BjTS 30 dengan warna Biru, 
  • Kelas baja BjTS 35 dengan warna Merah,
  • Kelas baja BjTS 40 dengan warna Kuning, 
  • Kelas baja BjTS 50 dengan warna Hijau
Baca juga : Tabel Profil Besi Beton


BAJA TULANGAN POLOS


Baja tulangan beton polos adalah baja tulangan beton berpenampang bundar dengan permukaan rata tidak bersirip, disingkat BjTP.


BAJA TULANGAN SIRIP/ULIR
Baja tulangan beton sirip adalah baja tulangan beton dengan bentuk khusus yang permukaannya memiliki sirip melintang dan rusuk memanjang yang dimaksudkan untuk meningkatkan daya lekat dan guna menahan gerakan membujur dari batang secara relatif terhadap beton, disingkat BjTS.
Read More
Jenis -jenis bahan walpaper dinding yang perlu kita ketahui

Jenis -jenis bahan walpaper dinding yang perlu kita ketahui


Selain motif dan warna yang beragam, Bahan dasar untuk membuat wallpaper dinding sendiri pun berbeda-beda dan terbagi menjadi 4 jenis

  1. Vinyl backing wallpaper
  2. Non-Woven backing wallpaper
  3. Pure backing wallpaper
  4. Fabric backing wallpaper
  • Vinyl Backing Wallpaper adalah Wallpaper Dinding yang terbuat dari bahan vinyl. Wallpaper yang terbuat dari bahan vinyl ini adalah jenis Wallpaper Dinding yang paling banyak kita temukan di Negara Tercinta ini di Indonesia. Selain harganya yang terjangkau, Vinyl backing wallpaper ini juga memiliki ketahanan yang relatif lebih lama (” jika pemasangan bagus, akan tahan sampai 5 tahun “)

  • Non Woven Backing Wallpaper adalah Wallpaper Dinding yang terbuat dari bahan non woven. Non woven wallpaper jarang ditemukan di Indonesia, karena harganya yang terlalu tinggi dan pemasangan nya yang relatif lebih rumit dan complex dibandingkan dengan vinyl wallpaper. Keunggulan dari Non woven wallpaper adalah wallpaper dinding ini dapat dipindah tempatkan setelah lama terpasang.

  • Pure Backing Wallpaper adalah Wallpaper Dinding yang terbuat dari bahan dasar kertas. Wallpaper yang terbuat dari bahan kertas ini tidak terlalu favorit dan tidak dianjurkan untuk dipasang karena terlalu gampang sobek dan lecet. Wallpaper jenis ini relatif terlalu tipis, sehingga rentan sobek pada saat pemasangan dilakukan.

  • Fabric Backing Wallpaper adalah Wallpaper yang terbuat dari bahan jenis fabric. Wallpaper jenis ini jarang sekali ditemukan, dan kebanyakan made by order. Harga dari Fabric Backing Wallpaper sangatlah tinggi. Karena terbuat dari bahan rajutan yang biasanya sangat tebal. Pengaplikasian pada saat pemasangan juga lebih rumit dan berat. Lem Wallpaper yang digunakan pun haruslah Lem Wallpaper khusus untuk menopang Fabric Wallpaper ini. Wallpaper jenis ini banyak digunakan di Istana Kerajaan pada jaman dahulu.

sumber : http://greenwallpaper.co.id/mengenal-wallpaper-dinding/
Read More